Categories
Uncategorized

Analisis Sensitivitas Profil Kabel Balok Beton Pratekan

Analisis Sensitivitas Profil Kabel Balok Beton Pratekan untuk tiang beton pasca-tegangan biasanya dirancang sebagai kurva parabola berdasarkan eksentrisitas titik tengah saluran ke sumbu netral balok. Analisis Sensitivitas Profil Kabel Balok Beton Pratekan memiliki Titik akhir dan titik tengah saluran sangat penting dan sensitif. Oleh karena itu, sensitivitas dari titik pengaruh ini sedang dipelajari dan titik yang paling sensitif sedang ditemukan.

Metode analisis komputasi (metode matriks) dengan menggunakan STAAD.Pro telah diperhitungkan untuk mengetahui sensitivitas. Sensitivitas telah diamati dengan memposisikan ulang titik sebesar 25mm dari profil kabel standar di kedua arah sekaligus. Tegangan tarik dan tekan serta defleksi kemudian diamati di enam lokasi berbeda dari setiap bentang balok dan sensitivitas dihitung. Hasil dari titik-titik yang berbeda kemudian dibandingkan untuk mengetahui titik yang paling sensitif.

Pengujian telah dilakukan untuk empat profil balok yang berbeda yaitu balok bentang tunggal, bentang dua, bentang tiga dan bentang lima dengan mempertimbangkan kombinasi beban sendiri, beban hidup dan beban pasca tegangan. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang titik-titik sensitif profil kabel tiang beton pasca-tegangan sehingga dapat dilakukan perawatan selama konstruksi.

Analisis Sensitivitas Profil Kabel Balok Beton Pratekan

Pengantar

Balok beton pasca-tegangan – kondisi pembebanan yang berbeda Gambar 1: Profil balok beton pasca-tegangan pada kondisi pembebanan yang berbeda Penekanan beton sebelumnya dapat dilakukan dengan dua metode yang berbeda yaitu pra-tegangan dan pasca-tegangan. Pra-pengencangan berguna pada balok beton pracetak sedangkan untuk balok beton cor in-situ post-tensioning paling efektif dan mudah dicapai. Pada proses pasca-tegangan, saluran-saluran terlebih dahulu diletakkan dalam bentuk pola lendutan aktual profil balok dan dilakukan pengecoran balok terlebih dahulu. Setelah beton matang, kawat baja tarik tinggi hasil tinggi sebagai tendon kemudian dimasukkan melalui saluran dan gaya pasca-tegangan diterapkan secara merata melalui kedua ujung saluran. Dalam pasca-tegangan, seluruh penampang balok dapat digunakan karena sebagian besar penampang total tetap dalam kompresi.

Karena gaya ke atas pada balok akibat tegangan pasca sepenuhnya tergantung pada profil kabel, maka pembuatan profil saluran adalah pekerjaan yang sangat penting sebelum pengecoran balok beton pasca-tegangan dan harus dilakukan dengan hati-hati dan benar. Padmarajaiah et. Al. (2000) telah melakukan analisis terhadap kuat lentur beton bertulang serat. Pathak dan Sehgal (2004) melakukan analisis terhadap balok beton prategang menggunakan model kabel yang berbeda. Kasat dan Varghese, (2012), mempelajari balok beton pratekan menggunakan analisis elemen hingga. Pengamatan penelitian adalah respon balok beton prategang akibat kondisi pembebanan melintang. Bhargava et. Al. (2016) telah melakukan analisis balok prategang bentang tunggal menggunakan metode analitik, matrik dan FEA. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tiga metode analisis struktural yang paling populer. Pengaruh gaya pra-tegangan dan eksentrisitas pada profil kabel yang berbeda untuk balok bentang tunggal telah dianalisis menggunakan ANSYS oleh Dixit & Khurd (2017). Mereka menemukan efek dalam hal defleksi profil kabel yang berbeda yang digunakan pada beton prategang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan titik paling sensitif dari profil kabel dalam hal defleksi dan variasi tegangan melalui balok pasca-tegangan. Untuk mencapai tujuan tersebut, empat profil balok yang berbeda telah dianalisis dengan menggunakan analisis komputasi untuk kombinasi bobot sendiri, beban hidup, dan beban pasca-tegangan.

Kepekaan

Untuk mengetahui hasil yang diinginkan, analisis sensitivitas yang berbeda telah dilakukan. Analisis sensitivitas tegangan tarik dan tekan serta analisis defleksi profil balok telah dilakukan untuk kasus yang berbeda melalui perangkat lunak analisis struktur, STAAD.Pro. Sensitivitas suatu parameter dapat diartikan sebagai rasio perubahan parameter tersebut terhadap perubahan beberapa parameter pengendali lainnya. Di sini sensitivitas stres dan defleksi telah diperhitungkan yang dapat diberikan sebagai-

Ss = ∆σ / ∆e
Sd = ∆δ / ∆e

Dimana ∆σ dan ∆δ adalah perubahan tegangan dan defleksi pada beton di lokasi yang berbeda dan ∆e adalah perubahan eksentrisitas titik pengaruh tertentu.

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to BLOG MAHASISSWA UNIVERSITAS MEDAN AREA. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!